Pengaruh Pengembangan Kota Mandiri Kawasan Pakuwon terhadap Bangkitan dan Tarikan Pergerakan

Authors

  • Dessy Angga Afrianti Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • Sabrina Handayani Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • Panji Pasa Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD

DOI:

https://doi.org/10.52920/jttl.v3i1.47

Keywords:

kawasan campuran, kinerja lalu lintas, kota mandiri, tarikan dan bangkitan

Abstract

Perubahan intensitas penggunaan lahan di kawasan perkotaan membuat banyaknya muncul fenomena pembangunan kota – kota mandiri. Kota mandiri pada kawasan perkotaan seperti kawasan Pakuwon memicu munculnya perubahan pada pola pergerakan perjalanan seperti bangkitan dan tarikan perjalanan. Keberadaan Pakuwon Mall yang berada di Jalan Pakuwon Indah sebagai salah satu mall terbesar di Indonesia serta Pakuwon City dalam pengembangan sebagai kota mandiri dimana salah satunya yaitu memberikan dampak yang cukup besar pada jalan utama tersebut. Sehingga, perubahan pola pergerakan tersebut mempengaruhi kinerja transportasi pada wilayah sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan lahan terhadap bangkitan dan tarikan pergerakan di sekitar Kawasan Pakuwon tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifkasi kondisi tata guna lahan dan transportasi pada kawasan tersebut, kemudian dilakukan analisis bangkitan dan tarikan, serta pengaruhnya terhadap kinerja transportasi di Kawasan kota mandiri tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penggunaan lahan di wilayah studi adalah mixed use area dan cenderung berbentuk linear mengikuti pola jaringan jalan. Setiap tata guna lahan akan menimbulkan pola bangkitan dan tarikan yang berbeda, bangkitan pergerakan yang ditimbulkan sangat besar dimana bangkitan yang dihasilkan untuk Pakuwon City sebesar 153,728 smp/jam dan Pakuwon Mall sebesar 177,080 smp/jam sedangkan tarikan yang dihasilkan untuk Pakuwon City sebesar 153,583 smp/jam dan Pakuwon Mall sebesar 150,492 smp/jam, sehingga Pakuwon City dan Pakuwon Mall berpengaruh terhadap kinerja lalu lintas di sekitar.

References

Alfiyah, S. (2017). Pengaruh Keberadaan Kota Mandiri Summarecon terhadap Dinamika Harga Lahan di Kota Bekasi.

Arikunto, S. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jacobs, E. (n.d.). (1993). Tourism Management, Tourist shopping villages: Development and planning strategies.

Kalsum, E., & Wibowo Caesariadi, T. (2016). Konsep Permukiman Kota Terpadu Mandiri. Langkau Betang, 3(2).

Medtry, & Madji, K. (n.d.). 2021. Kajian Pengembangan Kawasan Campuran (Mixed Use) di Perkotaan.

Najiyati, Sri, S. R. (2011). Sinergitas Instansi Pemerintah Dalam Pembangunan Kota Terpadu Mandiri.

Pengertian dan Fungsi Kota Baru - Perencanaan Kota Indonesia. (n.d.). Retrieved March 31, 2022, from https://perencanaankota.blogspot.com/2014/11/pengertian-dan-fungsi-kota- baru.html

PWK UNIBOS. (n.d.). Kota Baru. Retrieved April 5, 2022, from https://planologi14bosowa.blogspot.com/2017/04/kota-baru.html

Rey Kevino. (n.d.). (2020). Perancangan Mixed-Use Building Dengan Pendekatan Konservasi Energi Dan Tepat Guna Lahan di Kota Batam.

Rizky, A. (2019). Kajian konsep walkable di Kota Pekanbaru. Universitas Islam RIau. Sumargo, P. S. (2003). Penerapan Konsep Mixed-Use Dalam Pengembangan Kawasan Kota. Suryajaya, A. (2015). Mixed-Use Building di Kota Pontianak. Arsitektur Universitas Tanjungpura, 2, 19–32.

Sari, Dewanti, 2018. Pengaruh Penggunaan Lahan terhadap Sirkulasi Lalu Lintas pada Simpang di Jalan Panam Kota Pekanbaru, https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/166681.

Downloads

Published

2022-05-16

How to Cite

Afrianti, D. A., Handayani, S., & Pasa, P. (2022). Pengaruh Pengembangan Kota Mandiri Kawasan Pakuwon terhadap Bangkitan dan Tarikan Pergerakan. Jurnal Teknologi Transportasi Dan Logistik, 3(1), 13-22. https://doi.org/10.52920/jttl.v3i1.47

Issue

Section

Articles