Keterkaitan Disparitas Wilayah dengan Interaksi Spasial di Kota Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.52920/jttl.v2i2.34Keywords:
aksesibilitas, land use, spasialAbstract
Fenomena sistem transportasi dapat memicu terjadinya proses dan perkembangan spasial yang lebih kompleks dimana akan berimplikasi pada perubahan konfigurasi secara spasial dalam konteks sosial ekonomi, tata guna dan pemanfaatan lahan, utilitas dan transportasi. Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu penalaran deduktif kualitatif untuk menganalisis hubungan interaksi antarmoda transportasi darat dengan penggunaan ruang. Teknik pengumpulan data dibagi menjadi dua yaitu observasi (melakukan pengamatan dengan mempertimbangkan secara langsung terhadap objek penelitian untuk memperkuat fakta atau temuan yang diperoleh dari berbagai sumber) dan dokumentasi terhadap dokumen-dokumen yang berhubungan dengan objek studi. Teknik analisis yang digunakan yaitu metode klasifikasi supervised. Pola perkembangan kawasan terbangun Kota Bekasi berdasarkan analisis yang menunjukkan bahwa setiap kecamatan di Kota Bekasi mengalami pertambahan luasan kawasan terbangun yang cukup siginifikan. Jumlah persentase kawasan terbangun dari 2010-2019 meningkat sebesar 1,02%. Peningkatan persentase kawasan terbangun dipengaruhi juga oleh laju pertumbuhan penduduk yang menyebabkan meningkatnya kepadatan penduduk. misalnya yaitu kepadatan penduduk Kecamatan Medan Satria Tahun 2010 yaitu 9.528 jiwa/km² menjadi 13.272 jiwa/km² pada Tahun 2019. Berdasarkan hasil analisis distribusi perjalanan bahwasanya terdapat ketimpangan spasial terkait perkembangan fungsi guna lahan yaitu pada Kecamatan Bekasi Utara dan Kecamatan Bantar Gebang. Dimana Kecamatan Bekasi Utara memiliki tingkat bangkitan dan tarikan tertinggi baik dari tahun 2010 dan 2019, sedangkan Kecamatan Bantar Gebang memiliki bangkitan dan tarikan terendah. Perubahan fungsi land use di sebagian besar daerah dapat mempengaruhi kegiatan transportasi sehingga menyebabkan peningkatan jumlah perjalanan dari satu daerah ke daerah lain. Faktor utama penyebab perkembangan pesat Kota Bekasi yaitu karena berbatasan langsung dengan kota megapolitan DKI Jakarta dan Kabupaten Bekasi yang menjadi rencana pusat kegiatan nasional berupa kawasan industri.
References
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2018-2023. Kota Bekasi: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi.
Badan Pusat Statistik Kota Bekasi. 2011. Kota Bekasi Dalam Angka 2011. Kota Bekasi: Badan Pusat Statistik Kota Bekasi.
Badan Pusat Statistik Kota Bekasi. 2020. Kota Bekasi Dalam Angka 2020. Kota Bekasi: Badan Pusat Statistik Kota Bekasi.
Cahyaningtyas, Yeda Nurul., Rahayu, Sri. 2014. Kajian Perkembangan Penggunaan Lahan dan Fungsi Bangunan Sekitar Pusat Perbelanjaan (Mal) di Kota Bekasi. Kota Semarang: Universitas Diponegoro.
Munibah dkk. 2010. Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Erosi di DAS Cidanau Banten. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Sitorus, Satun Risma Pandapotan., Leonataris, Citra., Panuju, Dyah Retno. 2012. Analisis Pola Perubahan dan Penggunaan Lahan Perkembangan Wilayah di Kota Bekasi Jawa Barat. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Jurnal Teknologi Transportasi dan Logistik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


