Simulasi Puffin Crossing di Jalan Satu Arah
DOI:
https://doi.org/10.52920/jttl.v2i`1.22Keywords:
macet, pejalan kaki, peyeberangan, puffin crossing, otomatisAbstract
Terdapat tiga komponen pokok terciptanya lalu lintas yaitu manusia sebagai pengguna, kendaraan dan jalan yang saling berinteraksi dalam pergerakan kendaraan. Manusia dalam hal ini pejalan kaki mempunyai kebiasaan menyeberang jalan tanpa memperdulikan waktu dan tempat yang tepat. Alternatif penyeberangan pejalan kaki telah banyak diciptakan, salah satunya adalah zebra cross yang dilengkapi crossing (Pelican Crossing).Pejalan kaki bisa menekan tombol tersebut ketika ingin menyeberang sebagai peringatan kepada kendaraan bahwa akan ada pejalan kaki yang akan menyeberang yang ditandai dengan tanda lampu merah pada sisi pengendara dengan suara alarm sebagai isyarat suara, hal tersebut bertujuan agar pengendara lebih berhati-hati, segera memperlambat kecepatan kendaraannya dan berhenti sesuai marka jalan yang diberikan. Akan tetapi, fasilitas penyeberangan ini tergolong tidak adaptif sehingga berpeluang mengakibatkan permasalahan baru. Pada penelitian ini, suatu sistem pedestrian user-friendly intelligent crossing (Puffin Crossing) dirancang dan disimulasikan dalam bentuk purwarupa menggunakan unit kendali otomatis berupa microcontroller serta menggunakan beberapa sensor sebagai media interaksi antara sistem dengan pejalan kaki maupun pengendara, sehingga diharapkan mampu menghadirkan suatu fasilitas penyeberangan yang lebih aman, fleksibel, efisien dan interaktif dengan memperhitungkan faktor-faktor keselamatan penyeberangan dan kondisi lalulintas.
References
Ashadi. (2012). Analisa Pengaruh Elemen-Elemen Pelengkap Jalur Pedestrian terhadap Kenyamanan Pejalan Kaki. Jurnal Nalars, Vol.11, No.1, 79.
Belinda Septiani Pesik Semuel Y. R. Rompis, Sisca V. Pandey. (2017). Studi Pemanfaatan Lampu Lalu Lintas Untuk Penyeberang Jalan Dan Pengaruhnya Terhadap Panjang Antrian Kendaraan (Studi Kasus : Pelican Depan Manado Town Square). Jurnal Sipil Statik Vol.5 No.2 April (67-82) ISSN: 2337-6732.
Department for Transport. (2006). Puffin Crossings Good Practice Guide-Release 1. London
Direktur Jendral Perhubungan Darat (1997). Perekayasaan Fasilitas Pejalan Kaki Di Wilayah Kota. Pub. L. No. SK.43/AJ 007/DRJD/97.
Hassan, S. A. et al. (2013). Verification of Puffin Modelling Using VISSIM. Jurnal Teknologi;UTM Press. All rights reserved.
Herdiansyah. I.M., dan Atika. Linda. (2016). Pengaturan Lampu Lalu Lintas Menggunakan Pendekatan Sistem Pakar. Jurnal Ilmiah MATRIK,Vol.18, No.3, 241 -250.
I Gst Bgs Km Hendrayana. (2013). Analisa Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Kuta Jalan Kartika Plasa Kabupaten Badung. Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil, Vol. 02, No.1, 1.
Jim Uttley, Steve Fotios. (2017). The effect of ambient light condition on road traffic collisions involving pedestrians on pedestrian crossings. Elsevier
Juniardi. (2010). Analisis Kebutuhan Fasilitas Penyeberangan Dan Perilaku Pejalan Kaki Menyeberang Di Ruas Jalan Kartini Bandar Lampung. Jurnal Teknik Sipil, Vol 1, No 1.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Jurnal Teknologi Transportasi dan Logistik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


